God of War Laufey: Jadwal Rilis, Gameplay, dan Misteri Alam Baka
PermainanPenggemar waralaba God of War baru saja mendapat kejutan luar biasa di ajang PlayStation State of Play. Sony Interactive Entertainment dan Santa Monica Studio secara resmi mengumumkan judul utama (mainline) terbaru mereka: God of War Laufey. Berbeda dengan seri-seri sebelumnya, kali ini pemain tidak akan berperan sebagai Kratos sang Dewa Perang, melainkan istrinya yang tangguh, Laufey atau yang lebih akrab dipanggil Faye.
Konfirmasi Resmi dan Jadwal Rilis
Kehadiran God of War Laufey pertama kali dikonfirmasi dalam acara PlayStation State of Play yang digelar pada tanggal 2 Juni 2026. Dalam acara tersebut, Sony memamerkan cuplikan gameplay berdurasi 20 menit yang langsung menjadi pusat perhatian. Game ini dikonfirmasi rilis secara eksklusif untuk konsol PlayStation 5 (PS5).
Bagaimana dengan Requirement untuk versi PC? Mengingat tradisi dan rekam jejak perilisan game Sony (God of War 2018 dan God of War Ragnarök), game ini kemungkinan besar tidak akan rilis secara bersamaan di PC (Day One).
Jika kamu adalah gamer PC, kamu harus menunggu hingga Sony memutuskan untuk membuat porting PC-nya, yang biasanya memakan waktu sekitar 1 hingga 2 tahun setelah perilisan awal di konsol PS5. Spesifikasi PC (Minimum dan Recommended) baru akan dirilis menjelang pengumuman versi PC tersebut di masa mendatang.
Meski pihak Sony dan Santa Monica Studio belum memberikan tanggal rilis pasti (TBA), insider industri game terkemuka, Jason Schreier, mengklaim bahwa game ini tidak akan memakan waktu bertahun-tahun lamanya untuk dirilis. Saat ditanya apakah game ini baru akan rilis pada tahun 2028, Schreier dengan tegas membantahnya. Keputusan studio untuk langsung memamerkan gameplay misi pembuka selama 20 menit juga menjadi indikasi kuat bahwa proses pengembangannya sudah masuk dalam tahap yang sangat matang.
Misteri Alam Baka: The Everywhen
Cerita dalam game ini mengeksplorasi apa yang terjadi setelah kematian Faye. Kematian (yang memicu dimulainya God of War 2018) ternyata bukanlah sebuah akhir baginya. Faye terbangun tak lama setelah kremasinya di sebuah alam misterius bernama The Everywhen.
The Everywhen dideskripsikan sebagai alam baka para dewa, tempat di mana semua sihir dan keajaiban berasal dan kembali. Alam baka ini bukanlah tempat yang damai; ini adalah medan pertempuran di mana dewa-dewa kejam dari berbagai mitologi saling bertarung demi kekuasaan. Di tempat inilah Faye menyadari bahwa rencana matang yang telah ia susun di dunia nyata untuk melindungi suami dan anaknya (Kratos dan Atreus) kini berada di ambang kehancuran.
Untuk kembali dan menyelamatkan keluarganya, Faye harus melawan dewa-dewa lintas mitologi. Menariknya, Faye tidak berpetualang sendirian. Karakter yang kembali disuarakan oleh aktris Deborah Ann Woll ini akan ditemani oleh dua companion (rekan) unik: entitas kubus kosmik bernama Phranque (disuarakan oleh Jack Quaid) dan Rue, sesosok "pita ajaib" (disuarakan oleh Perlina Lau). Faye juga dikonfirmasi akan berhadapan dengan dewa-dewa seperti Sekhmet dan Begtse di The Everywhen. Proyek ambisius ini disutradarai oleh Ariel Lawrence, veteran Santa Monica Studio.
Gameplay yang Lincah dan Mematikan
Sebagai seorang Jötunn (Raksasa Es) berjuluk pahlawan pemberontak, gaya bertarung Faye menawarkan sensasi yang sama sekali berbeda dari Kratos. Jika Kratos dikenal dengan serangan brutal yang berfokus pada kekuatan mentah, Faye mengandalkan kecepatan, presisi, kelincahan, dan akrobatik mematikan.
Santa Monica Studio merancang combat system Faye dengan menggabungkan dua DNA God of War; mobilitas dan pergerakan udara ala era mitologi Yunani, digabung dengan pendekatan sistem pertarungan modern dari era Nordik. Faye sangat lincah bertarung baik di darat maupun di udara tanpa menghentikan tempo aksi. Pemain juga akan dapat menggunakan pedang legendaris dan kemampuan memanipulasi jiwa berkat sihir The Everywhen, di mana Faye mampu memisahkan jiwa musuh dari tubuhnya hanya menggunakan serangan telapak tangan emasnya.